Proyek penelitian Beyond Certification ini, yang dipimpin oleh Associate Professor Kate Macdonald, adalah proyek kolaborasi antara sejumlah peneliti di The University of Melbourne di Australia, Universitas Gajah Mada di Indonesia, the Pontificia Universidad Católica del Perú (PUCP), dan National Institute for Advanced Studies (IAEN) di Ecuador. Proyek penelitian ini didanai oleh Australian Research Council (ARC).


Kate Macdonald adalah Associate Professor dari Sekolah Ilmu Sosial dan Politik di University of Melbourne. Penelitian beliau berfokus pada politik produksi dan bisnis transnasional, dengan fokus spesifik pada isu ketenagakerjaan, hak asasi manusia, dan peraturan lingkungan terkait bisnis global. Kate sudah menerbitkan 3 buku dan lebih dari 50 jurnal artikel serta bab buku terkait isu-isu ini. Artikel terkini diterbitkan di Regulation & Governance, European Journal of International Relations, Governance, Review of International Political Economy, Philosophy & Public Affairs, International Theory, and Ecological Economics.

Publikasi Relevan:

Rachael Diprose, Nanang Kurniawan, Kate Macdonald and Poppy Winanti (2020 online early view), “Regulating sustainable minerals in electronics supply chains: local power struggles and the ‘hidden costs’ of global tin supply chain governance”, Review of International Political Economy, pp.1-26 https://www.tandfonline.com/doi/pdf/10.1080/09692290.2020.1814844

Kate Macdonald, 2020, “Private sustainability standards as tools for empowering southern pro-regulatory coalitions? Collaboration, conflict and the pursuit of sustainable palm oil”, Ecological Economics, Special Issue on “Sustainable Commodity Governance and the Global South”, edited by Ben Cashore, Hamish Van Der Ven and Yixian Sun, vol.167, pp.106439-106451 https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0921800919308432

Kate Macdonald, 2020, “The politics of norm domestication in private transnational agri-business regulation”, Environmental Policy and Governance, vol. 30, no. 5, pp. 276-290 https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/eet.1908

Deborah Delgado Pugley ialah seorang Associate Professor dan peneliti dari Pontificia Universidad Católica del Perú. Deborah meneliti tentang kebijakan lingkungan dan iklim pada tingkat wilayah dan internasional. Ia pernah mewakili Peru sebagai delegasi untuk United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) sebanyak lima kali, membantu negosiasi terkait transfer teknologi serta penggunaan lahan dan perubahannya. Pengalaman lapangan Deborah berpusat di wilayah Amazon di Bolivia dan Peru, di mana ia memimpin tim penelitian terkait perubahan iklim, pergerakan masyarakat adat, hak asasi manusia, pengelolaan sumber daya alam, dan gender. Dalam buku terbarunya dengan Vania Martínez (CLACSO, 2020), En un ambiente tóxico. Ser madres después de un derrame de petróleo, Deborah mendokumentasikan derita lingkungan yang dialami oleh perempuan masyarakat adat di komunitas Kukama di Cuninico (Loreto), setelah pertumpahan minyak menimbulkan krisis pangan dan kesehatan.

Publikasi Relevan:

Collisions or Positive Feedbacks? Discussing clustering of market-mechanisms in subnational governments (Working Paper)

Realist Synthesis Review of how context affects the outcomes of multi-stakeholder forums on land use and/or land-use change. World Development127, 104753.

Jiménez, A., Delgado, D., Merino, R., Argumedo, A. (2022) A decolonial approach to innovation? The Journal of Development Studies 10.1080/00220388.2022.2043281

Paúl Cisneros adalah Associate Professor dari Sekolah Administrasi Publik dan Kepemerintahan di National Institute for Advanced Studies di Ekuador. Penelitiannya berfokus pada mekanisme dan keluaran dari kolaborasi aktor dalam proses-proses kebijakan terkait sumber daya alam. Paúl telah menulis dua buku dan sejumlah jurnal ilmiah serta bab buku terkait isu-isu ini. Artikel terbarunya diterbitkan oleh Review of Policy Research, Ecology & Society, The Iberoamerican of Development Studies and Latin America Policy.

Poppy S. Winanti adalah Dosen Senior Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM). Minat penelitiannya meliputi hubungan perdagangan global dan regional dalam ekonomi politik global; konflik dan ekonomi politik sumber daya alam dan industri ekstraktif; diplomasi ekonomi Indonesia; dan Kerjasama Selatan-Selatan. Dia meraih gelar PhD di bidang Politik dari University of Glasgow, dan dua gelar Master (MSc Ekonomi Politik Internasional dari LSE dan MPP dari KDI School of Public Policy). Publikasi terbarunya membahas lokalisasi norma-norma global dalam industri ekstraktif; nasionalisme sumber daya; kerangka regulasi HKI di Indonesia; hubungan perdagangan Indonesia-Australia di Era Indo-Pasifik; dan Kerjasama Selatan-Selatan Indonesia.

Publikasi Relevan:

Rachael Diprose, Nanang Kurniawan, Kate Macdonald and Poppy Winanti (2020 online early view), “Regulating sustainable minerals in electronics supply chains: local power struggles and the ‘hidden costs’ of global tin supply chain governance”, Review of International Political Economy, pp.1-26 https://www.tandfonline.com/doi/pdf/10.1080/09692290.2020.1814844

Winanti, P. S & Hasrul, H. (2020). When Global Norms Meet Local Politics: Localising Transparency in Extractive Industries Governance. Environmental Policy and Governance, Vol. 30, Issue 5. PP: 221-290.  https://doi.org/10.1002/eet.1907

Winanti, P. S. & Diprose, R. (2020). Reordering the Extractive Political Settlement: Resource Nationalism, Domestic Ownership and Transnational Bargains in Indonesia. The Extractive Industries and Society, Volume 7, Issue 4, November, pp. 1534 – 1546. https://doi.org/10.1016/j.exis.2020.08.015 

Nanang Indra Kurniawan adalah Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan dan Direktur Pusat Penelitian Politik dan Pemerintahan (POLGOV), Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Memperoleh gelar PhD dari University of Melbourne, penelitian disertasinya membahas pemetaan partisipatif tanah adat dan pembentukan negara di Kalimantan Tengah. Penelitiannya berfokus pada politik sumber daya alam dan konstruksi subyek politik di Indonesia. Sejak tahun 2017, beliau telah melakukan beberapa proyek penelitian yang mengkaji jaringan produksi di industri timah di Bangka-Belitung dan perluasan perkebunan kelapa sawit di Papua dan Kalimantan. Penelitian terbarunya berkaitan dengan keterlibatan warga negara dan tata kelola sumber daya transnasional. Di Universitas Gadjah Mada, ia mengembangkan konsentrasi studi tata kelola sumber daya alam di bawah Program Magister Politik dan Pemerintahan di mana ia mengajar tiga mata kuliah: Ekologi Politik, Tata Pemerintahan Bertingkat dan Politik Perubahan Iklim, serta Konflik dan Keberlanjutan Sumber Daya Alam.

Publikasi Relevan:

Kurniawan, N.I, Suryawardhani, I., & Djindan, M. (2022). Oil Palm Plantation Expansion and Frontier-Making in Papua, Indonesia. In “Local Responses to Global Challenges in Southeast Asia – A Transregional Studies Reader. World Scientific Press.

Kurniawan, N. I., Lujala, P., Rye, S. A., & Vela-Almeida, D. (2021). The Role of Local Participation in the Governance of Natural Resource Extraction. The Extractive Industries and Society, 101029.

Diprose, R., MacDonald, K., Kurniawan, N.I., Winanti, P.S. (2020 online early view). “Regulating sustainable minerals in electronics supply chains: local power struggles and the ‘hidden costs’ of global tin supply chain governance”, Review of International Political Economy, pp.1-26 https://www.tandfonline.com/doi/pdf/10.1080/09692290.2020.1814844.

Diprose, R., Kurniawan, N. I., & Macdonald, K. (2019). Transnational policy influence and the politics of legitimation. Governance32(2), 223-240.

Rye, S. A., & Kurniawan, N. I. (2017). Claiming indigenous rights through participatory mapping and the making of citizenship. Political Geography61, 148-159

Bahruddin adalah Dosen di Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Sosial dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Gadjah Mada, Indonesia. Ia memperoleh gelar PhD dari University of Melbourne pada tahun 2020 dengan tesis berjudul “Pengaruh Peraturan Sukarela Publik (PVR) pada kinerja lingkungan dan sosial dalam konteks negara berkembang: lintas sektor dan perusahaan di Indonesia”. Ia juga berpartisipasi dalam program Managing Global Governance di German Development Institute. Penelitiannya berfokus pada standar keberlanjutan sukarela, tata kelola regulasi, dan regulasi lingkungan. Beliau juga pernah bekerja sebagai tenaga ahli eksternal untuk Program Penilaian Lingkungan Industri (Program for Pollution Control Evaluation and Rating atau PROPER) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan sebagai konsultan untuk beberapa proyek penilaian dampak sosial di sektor bisnis.

Annisa Sabrina Hartoto adalah Kandidat PhD dalam Studi Pembangunan di University of Melbourne. Penelitian doktoralnya adalah tentang aksi kolektif perempuan dan hak atas tanah di Indonesia, mengeksplorasi dimensi gender dari proses pembangunan, akumulasi modal, dan pemberdayaan perempuan. Dia memperoleh gelar Master dalam Studi Pembangunan di The University of Melbourne pada tahun 2018 dengan dukungan beasiswa dari Australia Awards. Dia telah terlibat dalam berbagai proyek penelitian lainnya termasuk proyek penelitian tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia di Indonesia dan proyek penelitian tentang gender, aksi kolektif dan pemerintahan di pedesaan Indonesia. Annisa juga anggota Melbourne Social Equity Institute Doctoral Academy, serta pernah magang di Digital Studio di Faculty of Arts terkait keahlian penelitian digital.

Dámaris Herrera Salazar adalah peneliti internasional dan asisten manajemen proyek. Dia saat ini menjadi Asisten Riset dan Komunikasi di GRRIPP di Amerika Latin & Karibia. Dia juga Asisten Teknis Perlindungan Sosial dan Mata Pencaharian di Area Kesejahteraan & Pengurangan Kemiskinan di UNDP Peru. Dia tertarik pada studi pembangunan, mata pencaharian pedesaan yang berkelanjutan, studi gender & habitat, dan rantai nilai global. Kegiatan penelitiannya saat ini terkait dengan kepemimpinan lingkungan perempuan muda pedesaan yang didanai oleh ILC (International Land Coalition), rantai nilai komoditas berkelanjutan yang digerakkan oleh pasar (proyek ini), dan inklusi keuangan vendor pasar informal perempuan, yang didanai oleh Interamerican Development Bank (IDB). Damaris memperoleh gelar Sarjana Sosiologi dari PUCP.

Cristhian Parrado adalah seorang antropolog yang berspesialisasi dalam kota, kebijakan pertanahan, dan perubahan iklim di Amerika Latin. Pengalaman penelitiannya berkaitan dengan isu-isu pembangunan kota berkelanjutan, partisipasi warga, integrasi sosial, perumahan sosial dan mobilitas perkotaan, di antara tema-tema terkait lainnya. Dia saat ini bekerja pada kebijakan publik lingkungan, tata kelola peraturan, dan SDGs. Dia telah menerbitkan beberapa makalah akademis tentang kota-kota di Global South, khususnya di Ekuador dan Kolombia.

Publikasi Relevan:

Gómez, J., Parrado, C. et al. 2021. “Community perception and communication of volcanic risk from the Cotopaxi volcano in Latacunga, Ecuador”. Sustainability 13 (4): 1714. https://www.mdpi.com/2071-1050/13/4/1714

Parrado, C. 2020. “La accesibilidad en debate: ¿localizar vivienda social en áreas centrales de Bogotá?”. Cuadernos de Vivienda y Urbanismo 13: 1-18. https://revistas.javeriana.edu.co/index.php/cvyu/article/view/32018

Parrado. 2020. “Proximidad espacial e integración social: aportes y debates desde Quito”. Territorios 43: 1-31.https://revistas.urosario.edu.co/index.php/territorios/article/view/7296

Parrado, C. y A. Cevallos. 2018. “Fantamas na teoría urbana contemporânea? Notas para reivindicar uma atitude crítica”. Plural 25 (2): 150-162. https://www.revistas.usp.br/plural/article/view/145913